Review: The Body Shop Moisture White 2-in-1 Shiso Brightening Eye Cream (#TBSBlogger)

Ketika The Body Shop meluncurkan Moisture White 2-in-1 Shiso Brightening Eye Cream ini, saya pun berpikir, apakah ia akan bernasib sama seperti pendahulunya Moisture White Shiso Eye Serum?

IMG_3669 copy

Semua orang yang kenal saya dari jaman piyik, pasti tahu permasalahan utama saya kalau soal mata. Yes! Dark circle! Kalau tidak dalam keadaan capek saja, orang-orang masih bisa notice lingkaran hitam di bawah mata, apa lagi ketika saya habis lembur. Concealer nggak nolong :(((

Karena itu, ketika Moisture White Shiso Eye Serum menjanjikan memperbaiki dark circle, merehidrasi kulit di sekitar mata, serta membuatnya lebih soft, saya pun mencobanya. Pertama kali (dan untuk yang terakhir) saya menggunakan eye serum ini. Saat aplikasi, rasa dingin plus pedas langsung terasa. Tadinya saya pikir, rasa pedas itu akan hilang, namun semakin lama semakin terasa perih. Langsung saja saya bersihkan lagi. Sambil menunggu deg-degan reda, saya lihat ingredient utama dari produk ini, Shiso.

Shiso (hasil ngintip di Wikipedia): merupakan tumbuhan herbal yang biasa digunakan di dunia kuliner Asia, terutama Jepang. Termasuk dalam keluarga mint dan seed (spice). Biasanya, daunnya menjadi tatakan untuk meletakkan wasabi, di resto-resto Jepang. Oh no wonder….

New Formula

Ketika saya akan mencoba Moisture White 2-in-1 Shiso Brightening Eye Cream, saya sebenarnya sudah pesimis duluan. Pengalaman menggunakan pendahulunya membuat saya takut mengoleskan sedikit saja produk ini. Tapi keinginan untuk mengatasi dark circle ini rupanya jauh lebih kuat hahaha…

Saat pertama aplikasi di area mata, saya tidak lagi merasakan rasa pedas dan perih. Oh, okay. This was a good start  🙂 The Body Shop mungkin sudah memperbaiki formula yang digunakan, walau Shiso masih menjadi ingredient utama.

Yang lebih menyenangkan adalah ujung dari tube ini, yang disebut micro-circulator. Ia ternyata berfungsi juga untuk memijat area mata. Keluarkan sedikit produknya, lalu dengan menggunakan micro-circulator, aplikasikan eye cream dengan gerakan  ke arah luar, lalu ke dalam, dimulai dari bagian bawah, lalu bawa ke bagian kelopak mata. Lakukan beberapa kali. Yang saya rasakan secara langsung adalah, rasa sedikit dingin dan tekanan yang nyaman (sepanjang dilakukan dengan lembut, ya).

shisowhite2

The Result On Me

shisowhite

Setelah saya menggunakannya mulai dari akhir Oktober hingga awal Desember’14 saya merasakan perbaikan. Bahkan sepertinya ini satu-satunya produk skin care The Body Shop yang memberikan hasil yang cukup signifikan pada saya.

Lingkaran hitam, terutama di bawah mata memang berkurang secara signifikan. Kecuali bila saya dalam keadaan lelah dan kurang tidur. Biasanya, lingkaran hitam itu akan muncul lagi, sampai saya mendapat istirahat yang cukup. Sejauh ini, hasil yang ditunjukkan Shiso Brightening Eye Cream ini cukup memuaskan. I’ll definitely repurchase.

Note: Hasil dan efek yang ditimbulkan baik langsung atau tidak langsung rasanya berbeda untuk setiap orang. Saya merasakan pedas dan perih, belum tentu orang lain merasakan yang sama. So, if you want to buy it, you might want to ask for sample.

Harga: Rp 399.000

Buy it online or simply visiting The Body Shop counter 🙂

Advertisements

Review: The Body Shop Nutriganics Drop of Youth Serum (#TBSBlogger)

Saat saya mulai notice, bahwa spots/flek di daerah pipi semakin banyak dan nyata, saya panik bukan kepalang. Oh no… Sungguh nggak asyik dipandang mata terutama ketika memulas BBSB kesayangan :((( Sang dokter saat itu sudah bilang, sih, kalau mau total hilang, harus melalui tindakan laser. Ouch! Selain harganya yang bikin maknyes, prosesnya itu lho. It’s going to be painful, I know it. Akan ada sesi pengelupasan macam ular ganti kulit, juga rasa terbakar hingga kemerahan. Belum bagian harus menghindar dari sinar matahari langsung. Bakal rempong ini sih…

Tambahan lagi dokter juga bilang, faktor usia di atas 30 tahun, memang membuat kulit lebih cepat kehilangan elastisitasnya, cepat terlihat kusam, apalagi bila tidak dirawat. Duh…sakitnya, tuh, di sini! (sambil nunjuk dada). Harus saya akui, penggunaan skin care secara rutin seringkali saya lewatkan. Paling sering perawatan malam hari. Bawaannya udah mau langsung tidur setelah selesai bersih-bersih. Terutama kalau rangkaian skin care yang harus digunakan lebih dari dua. Lazy me 🙂

Perawatan Non-Abrasive
Berhubung untuk saat ini tindakan laser tidak menjadi opsi saya, pilihan terakhir adalah perawatan non-abrasive, yaitu menggunakan produk skin care yang menjawab masalah saya di atas.  Jadi, marilah kita review tentang The Body Shop Nutriganics Drops of Youth, yang beberapa minggu ini sudah saya gunakan.

dropofyouth

Kalau dilihat dari ingredient-nya, yang paling dijagokan adalah kandungan criste-marine plant stem cells dan ekstrak beech bud yang fungsi utamanya memperbarui sel-sel kulit. Sedikit tentang stem cell (hasil baca wikipedia): stem cell adalah sel induk yang memainkan peran utama dalam proses peremajaan kulit, yaitu dengan mengangkat sel-sel mati dan menggantinya dengan yang baru. Pertanyaannya adalah, apakah stem cell dari tumbuhan berfungsi sama dengan stem cell yang manusia punya? Tidak. Tapi, kabar baiknya, stem cell terutama yang dimiliki oleh The Body Shop Nutriganics Drop of Youth ini kaya akan antioksidan dan melindungi stem cell kita sendiri terhadap sinar UV dan radikal bebas. Sounds amazing to me!

Sementara secara tekstur, serum yang juga mengandung Babassu Oil dari Brazil ini, lumayan sedikit encer, tapi nggak runny (tidak langsung mengalir saat diaplikasikan). Saat menyentuh kulit pun, harus diakui, memberikan efek dingin dan segar secara langsung.

The Result On Me

doy

(The picture taken by iPhone 5 with no filter)

Setelah menggunakannya mulai dari akhir Oktober hingga kini, terlihat perbaikan walaupun tidak terlalu signifikan. Seperti yang terlihat di foto kiri atas, ada spots di hidung, sedikit kemerahan di pipi, dan spots/flek di pipi atas. Setelah kurang lebih 6 minggu saya gunakan (lihat foto kanan), spot di hidung sedikit tersamar (walau tidak hilang total), kemerahan totally gone, flek di pipi atas masih ada 🙂 Ya, memang, sih, produk ini tidak menjanjikan untuk menyamarkan noda-noda hitam. Yang paling kelihatan, sih, sebenarnya wajah jadi lebih cerah. Kulit pun terasa sedikit lebih firm dan kenyal.

*FYI: Karena fungsinya sebagai serum, saya menggunakannya di pagi hari sebelum moisturizer dan sun block. Malam hari, setelah membersihkan wajah, saya aplikasi lagi tanpa ditambah krim malam. (Duh, maafkanlah saya yang malas ini pakai krim malam ini, ya).

Note:
1. Sepertinya produk ini akan memberikan hasil yang optimal jika digunakan bagi mereka yang usianya masih 20-an. Ya..ya…ya…ngaku, deh, saya yang sudah 35 tahun lebih ini sepertinya harus mencari opsi skin care lain yang peruntukkannya memang betul-betul untuk kulit wanita berusia matang. Tidak bisa tidak, skin care yang saya gunakan harus punya fungsi anti aging. Untuk masalah flek/noda hitam pun, sepertinya saya juga harus mencari produk spesifik. The Body Shop vitamin C Microdermabrassion mungkin? 😀 Atau memberanikan diri untuk laser? Hiiiy…

2. 98% dari kandungan The Body Shop Nutriganics Drop of Youth ini, terbuat dari bahan-bahan alami. Tapi yang harus diketahui, terdapat kandungan alkohol yaitu Alcohol Denat dan Benzol Alcohol. Untuk kamu yang alergi, mungkin harus coba dulu di konter sebelum membeli.

Harga: Rp 459.000
Buy it online or simply visiting The Body Shop counter 🙂

 

Review: The Body Shop All-in-One Instablur (#TBSBlogger)

I’m 30-ish ;D  Warna kulit (termasuk wajah) cenderung yellow tone, sementara jenis kulit normal cenderung berminyak. Saya, tuh, kalau ke kantor or simply go to the mall, hampir selalu menggunakan makeup lengkap: foundation, powder, eyeliner, (sometimes) falsies, and lipstick. Heavy? Nggak juga. Toh, riasan yang saya pilih, riasan natural. Foundation pun yang light, dan paling pake powder setting aja, yang transparan.

BEFORE
For make up base, once I tried Smashbox Photo Finish as primer. I love how this product made my face look flawless, tapiiii…sayang beribu sayang, produknya susah banget didapat di Jakarta. Kalau pun pre-order, harganya ‘ehm’ cakep banget. Mana sekarang dollar lagi cantik-cantiknya, yekaaaan? Akhirnya hati pun berpindah ke Monistat chaffing gel, yang digadang-gadang banyak orang sebagai duplikatnya Smashbox Photo Finish. Walau pada dasarnya peruntukkannya bukan buat wajah, tapi beberapa ingredient-nya sama: dimethicone, silica, dan tocopheryl acetate. Pada dasarnya tidak ada komplenlah dengan Monistat. Tapi, ya, itu tadi, peruntukkannya yang bukan buat muka, tapi buat yang di bawah sana :), membuat saya agak sedikit takut akan side effect-nya. Dan memutuskan untuk tidak membeli lagi tube yang kedua.

AFTER
Well, a few weeks ago, at an event, Female Daily introduced me to The Body Shop All-in-One Instablur. Primer keluaran The Body Shop yang terbaru ini, mengklaim bahwa All-in-One Instablur dijamin bikin hobi narsis makin mengganas. Haha…. You don’t have to use Instagram filter, or even your camera 360 to manipulate your selfie pic. Sounds interesting for the selfie-lover like me :)))

instablur

Secara ingredient, The Body Shop All-in One Instablur memiliki apa yang juga dipunyai Smashbox Photo Finish, yaitu Dimethicone (Skin Conditioning Agent), Silica (Absorbent), dan Tocopheryl Acetate (Antioxidant). Bedanya, All-in-One Instablur punya tambahan kandungan Sclerocarya Birrea Seed Oil (Skin Conditioning Agent – Emollient), yang dikenal juga dengan buah Maroela dan berasal dari Namibia. Jadi fungsi skin care-nya masih ada.  So, basically, they’ll do just the same as a primer. Instablur menciptakan semacam barrier atau pembatas antara kulit wajah dan makeup.  Pembatas tersebut kemudian jadi seperti kanvas yang mulus sebelum kita melukis (baca:merias) wajah. Dengan Instablur sebagai primer, make up jadi tahan lebih lama, wajah nggak berminyak, bahkan mengurangi penampakan pori-pori besar. Berbeda dengan Smashbox Photo Finish dan Monistat, tekstur All-in-One Instablur sedikit lebih kasar, agak menggumpal setelah dikeluarkan, dan warnanya tidak bening. Aplikasinya agak lebih menantang, jika tidak ingin dibilang sulit. Saya mengusap-usapnya secara perlahan, hingga merata.

THE RESULT ON ME

dewinstablur

(This picture taken with no filter, using iPhone5)

1. I love, love, love this primer. The endless search for amazing primer with a good price is finally over.
2. Sebenarnya di jam-jam krusial seperti jam 12.00 – 13.00 adalah jam-jam saya touch up. Terutama jika memilih makan siang di Bebek Tohjoyo Kuningan yang full AC (angin cepoi-cepoi) itu yaaaa… Maklum, muka ini layaknya tambang minyak di daerah T. Tapi dengan Instablur, touch up baru saya lakukan sekitar jam 15.00. Itu pun hanya menggunakan transparent setting powder saja, plus lipstik. Tanpa perlu menambah foundie. Harganya sedikit di atas Monistat, but it’s really worth to buy.
3. Dengan Instablur sebagai makeup base, klaimnya adalah make up bisa bertahan sekitar 12 jam. Sementara untuk saya, setelah beberapa jam, daerah T mulai berminyak. Bisa jadi juga karena jenis kulit saya yang cenderung berminyak. Untuk masalah ini, saya biasanya setting menggunakan transparent powder.
4. It gives a lovely powdery finish, which provides a smooth oil-free base for my liquid foundation. Beneraaaan….
5. Downside: Jika terlalu banyak dikeluarkan dari tube-nya, jika tidak hati-hati akan banyak gumpalan-gumpalannya yang berjatuhan.

 

Harga: Rp 299.000
Buy it online or simply visiting The Body Shop counter 🙂

Review: Belanja Online di www.thebodyshop.co.id

First thing first, I really want to say big big big thank you to The Body Shop Indonesia for giving me an amazingly beautiful opportunity: splurged 1mio rupiah at www.thebodyshop.co.id for free. Yayness. It’s like a little kid, thrown to the candy land and free to pick any candy or lollipop that she wants. Love, love, love!

Easy To Find
Oke, here we go. This is my honest review. Setelah mendapat arahan dari mbak Dina Foliana, Public Relations Executive The Body Shop Indonesia, tanpa buang waktu, saya pun bergerilya ke situs online The Body Shop Indonesia. Sebenarnya cukup mudah untuk browsing produk-produk yang ingin saya beli. Sebagai pengguna setia TBS dari jaman kuliah, (ejiyeeeeh….) saya bisa melakukannya sambil merem. Hahahaha… Soalnya sudah hapal dan tahu banget produk incaran saya.

Karena persediaan body butter masih ada dua pot (moringa dan strawberry), dan saya baru saja membeli produk terbaru TBS, All-in-One Instablur primer dan eye primer, maka incaran jatuh pada eau de toilette for men (buat suami saya tentunya), eye liner, bronzer, oil massage dan brow & liner kit yang memang sudah lama saya taksir.

Pencarian produk pada dasarnya mudah. Kategorinya lengkap. Bahkan ada kategori berdasarkan Gift (jika Anda ingin menghadiahkan The Body Shop untuk seseorang), hingga Shop by Price.Ada juga kategori Shop By Range. Memudahkan untuk para pemakai setia The Body Shop yang sudah hapal product range mana yang akan dibeli. Lucunya, ada beberapa produk yang tidak sesuai kategori. Misalnya, saya menemukan Baked Bronzer yang seharusnya ada di kategori Face, tapi malah ada di Eye Make-up Section (Eh, tapi barusan saya ngintip, bronzer ini sudah pada tempatnya, kok :))

Out of Stock Item & Friendly officer
Dari dulu saya selalu suka wangi Kistna, sayangnya pada saat saya ingin membelinya online, it was out of stock. Sehingga akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada White Musk Sport, satu-satunya wangi yang saya kenal dan available saat itu. Sedih, deh, beberapa pilihan saat itu, banyak sekali yang tidak tersedia. Bronzer incaran saya, yaitu MMF Brush on Beads juga tidak tersedia. Jadi memang musti rajin-rajin cek, atau klik button Notify Me When In Stock. Itu juga kalau kepengen banget, dan tidak sempat belanja offline.

Oh ya, situs belanja online ini menyediakan layanan online chat oleh petugas customer service, yang aslik, ramah dan helpful banget. Saat itu, saya mengalami beberapa kendala saat check out dan memilih metode pembayaran. Duh, maaf, deh. Namanya juga gratisan, kemudian norak. Hahahhahaha…. Mbak Dewi, customer officer yang bertugas saat itu benar-benar sabar memandu saya langkah per langkah. Thank you mbak Dewi 🙂

The package has arrived
tbs

Setelah selesai melakukan pembelanjaan online, what to do next? Oh, sit back and relax 🙂 Karena tak sampai seminggu barangnya sudah sampai di rumah. Yay! Menurut saya, sebagai online shopper sejati :))) pengemasan benar-benar teliti dan aman. Secara barang yang dikirim sangat mudah pecah. Kardusnya pun rapi. Tercetak logo The Body Shop dan semua dibungkus dengan bubble wrap. The Body Shop Indonesia received two thumbs up for wrapping and shipment from me 🙂

Pokoknya, pengalaman belanja online di http://www.thebodyshop.co.id ini benar-benar menyenangkan sekali. And I definitely will be back to purchase my favorite items.

Review on : Skin Aqua Moisture Gel vs Acnes UV tint

Okay, here we go. Both are sun protection, produced for normal to oily skin type by Rohto.

Skin Aqua Moisture Gel SPF 30 PA++

SAMG has liquid texture and white. Selain berbahan dasar air, SAMG punya kandungan yang diklaim Rohto sebagai kandungan yang mampu mengembalikan kelembaban kulit. Improved Hyaluronic Acid. Pada dasarnya, tubuh kita sendiri memproduksi Hyaluronic Acid (Hyaluronan). It’s one of major components of skin according to wikipedia. Melibatkan proses penyembuhan kulit bila terjadi sunburn dan perlukaan. Yang bahaya, hyaluronan akan berhenti diproduksi oleh sel-sel di dalam kulit apabila kulit terkena sinar matahari tanpa perlindungan.

I LOVE this. It is now my HG sun block.  I have a normal to oily skin and it’s absorbed perfectly and smoothly into my skin. A little bit sticky at first application. Tapi setelah beberapa menit,  the feeling is gone 😀  Emang langsung terasa lembab. Mungkin pengaruh Hyaluronic Acid tadi.  Yang paling saya suka juga, tekstur gelnya membuat sunblock ini terasa ringan. Ada white cast, tapi sedikiiiiit banget. And oh, it can be also used on body skin. Namanya juga face and body daily use. Cuma ya, kayaknya saya tak rela. Cepat habis dong 😀

Chance to repurchase : Ofcourse

Find it at : Watson (konon sebentar lagi akan tersedia di supermarket-supermarket besar)

Acnes UV Tint

It was my HG sun protection. Teksturnya sendiri ringan, mirip-mirip SAMG, dan mengandung Isopropyl methylphenol yang berfungsi sebagai antibakteri. Sesuai namanya ya, sun screen AUVT  ini sebenarnya diperuntukkan bagi kulit wajah bermasalah. Bermasalah dengan jerawat tepatnya. But I do recommend this for you people who have a heavy oily skin, even if you don’t have any pimples or acnes. Sangat menyerap minyak di wajah hingga ke tambang-tambangnya.

Sesuai dengan namanya yang pakai embel-embel Tint, sunscreen ini memiliki warna macam foundation. Namun begitu tidak akan terasa berat waktu di-apply ke wajah. Sayangnya, Rohto hanya menjual dengan satu warna tint saja. Warna yang lumayan fair. Ini yang bikin saya agak mulai mengesampingkan AUVT. Karena walau pun ringan, tint ini menyebabkan white cast di kulit-kulit orang Indonesia kebanyakan (baca:gelap). Bisa diakalin sih. Timpa dengan bedak sewarna kulit atau sedikit lebih gelap. Resultnya sendiri tidak mengecewakan. Karena tint ini sebenarnya memperhalus tampilan wajah selayaknya foundation.

Chance to repurchase : High

Find it at : Carrefour, Giant, bahkan ada di Indomaret.

Review on : Urban Decay 24/7 Concealer vs Mac Studio Sculpt concealer

Urban Decay 24/7 concealer in NSA

IDR 230.000 at FD Market Plaza

Ah akhirnya, concealer yang saya tunggu-tunggu ini tiba ke haribaan setelah…ehm…2 bulan, sejak saya pesan. Pertama kali dibuka, Oh My God….kok warnanya fair/light sekali ya dibanding tampilannya di web? First time I applied, wow, so creamy. I did it directly from the pencil to the under eye. Mengikuti arahan yang ditulis pada web. No brush, no dipping your finger into the pot, or squeezing it. Namun pada akhirnya  membuktikan cara aplikasi saya salah besar. It filled my fine lines. Maybe because i have fine lines on my under-eye area. Terlihat mengerikan setelah beberapa jam pemakaian. It probably different if you have a flawless under eye. I have to be very careful. Nggak bisa kebanyakan sedikit. It will become cakey.

Okey, saya coba cara lain. Pertama saya goreskan dulu di punggung tangan, baru dipulas menggunakan concealer brush (I use my ELF studio concealer brush). Setelah itu saya ratakan dengan jari. (Setelah dipikir-pikir malah lebih ribet :D) Perfect! It blended nicely. Surprisingly, the shade matches my under eye skin tone. It makes the area look brighter. Lingkaran hitamnya mungkin tidak sepenuhnya hilang. Tapi tersamarkan cukup baik. It also lasts for 12 hours without touch-up. Sampai saat ini, UD 24/7 concealer in NSA yang paling sering saya pakai untuk dandan sehari-hari.  ‘Cause it makes my under eye looks brighter. Cuma sampai sekarang saya masih mikir cara merautnya. It says, have to be sharped by UD Grind House Sharpener which I dont have :(. Mungkin saya mau coba pakai rautan NYX. Hope they match.

Chance to repurchase? I’ll think about it.

MAC Studio Sculpt concealer NW 35

IDR 215.000 at MAC Counter

Before my UD arrived, this was my HG concealer. I really love the texture. Even I love it more than UD. Teksturnya cream namun tak se-creamy UD. Agak lebih keras sedikit dan lebih long lasting dibanding UD. It comes in a pot so I use my ELF studio concealer brush to pick it up and apply. Sangat mudah di-blend dan nggak cakey sama sekali. Bahkan saat saya apply banyak-banyak setelah begadang.

Unfortunately, I bought the wrong shade. It really matches my under eye skin tone. So it doesn’t cover well. I need the lighter one. NW 30 or even 25 maybe. Aside that, I would recommend this concealer for you. MAC claims it has a vitamin E to keep your skin soft. Mengingat daerah under eye saya termasuk sensitif, saya pikir vitamin ini cukup membuat saya senang.

Chance to repurchase? High! But this time gotta get the right shade 🙂

I did some comparison between the two, on my eyes. Before I apply Pure Luxe silica powder as primer. After concealer application, I layered it with MAC mineralize loose foundation medium dark. Hope it helps you guys to see the result or even the texture 🙂

The Comparison

Review on : Cotton Ink

Oh oh…di dunia online shopping, siapa yang ga tau Cotton Ink? Edgy online fashion store ini bener-bener mewabah nggak cuma di FD tapi juga di kalangan fashionista metropolitan, aiiish….! Tentunya yang jadi primadona adalah convertible shawl baik model classic, fringe, mau pun krey. Warna warninya pun menggiurkan. Sebagai bonus buat penggila fashion, kita bisa dapet boyfriend tshirt, legging, atau longtank stripes yang kalo gue mau pesen aja minder, akibat bentuk tubuh tak ideal ini 😀

Sebenernya udah agak lama sih, gue punya si convertible shawl krey fire. Cuma mungkin karena nggak ngeh (ah pembenaran), ternyata si cantik ini bisa dipakai dalam berbagai cara. Selain digunakan sesuai fungsinya, ternyata dia bisa dijadiin outer top. Oh my…oh my….very very cute.

cute outer top 😉

black tshirt Giordano

outer top Cotton ink convertible shawl fringe fire

short Unbranded

blacktights Unbranded

shoes Toko Dua Amoi

bag Helen Ciciero

PS : Find many ways to wear Cotton ink convertible shawls here.