Tak Bisa Andalkan Sihir Selamanya….

Jalanan mulai sepi. Gelap sedikit demi sedikit memeluk malam. Harry, Hermione, dan Ron hampir sampai di sebuah sudut jalan. Tampak sesosok bayangan, bersimpuh, menunduk sambil melakukan entah apa. Lalu ketiganya perlahan mendekat. Harry mulai menyadari bahwa ia seorang muggle wanita. “Halo,” sapa Hermione hati-hati. Muggle wanita mengangkat kepala, memandang ketiganya. Ia menyipitkan mata, lalu membelalak. “Kau….kau…Hermione!” teriaknya. Ia lalu berpaling pada Harry dan Ron, “Kau…kau Ron Weasley. Dan kau…kau….the boy who live! Harry Potter!”

Harry, Hermione, dan Ron mulai panik. Mereka perlahan mundur, namun muggle wanita itu berkata, “Plis…jangan pergi. Aku…aku Dewi Warsito. Panggil aku Dewdew.” Saat itulah Harry menyadari bahwa wajahnya begitu manis, sayang mata indahnya sembab karena kelihatan terlalu lama menangis. “Bantulah aku…hanya kau yang bisa bantu aku Harry Potter,” pintanya sedikit lirih. Tak tega mendengar suara sedihnya, Harry pun berkata, “Apa pun yang Anda butuhkan, kami akan berusaha sekuat mungkin membantu.” Dewdew pun menunjukkan sesuatu yang sedari tadi ada di tangannya. Sebuah handphone.

Dantiba-tiba ia menangis, “Sinyalnya bapuuuk….ga bisa browsing. Timeline twitter jadi freeze, lama banget ga bisa update. Telepon lama siang malem mahal. Huhuhuhuhu…. Lihat nih, pilihannya juga terbatas. Mau maraaah sama providernya, ga tau gimana.” Dewdew terus menangis, “Harry cuma kau yang bisa membantuku. Ayunkan tongkat sihirmu. Tambahkan bar sinyalnya. Biar aku bisa browsing macem-macem. Update twitter dan apdet forum gosip. Mantrai providernya supaya bikin tarif murah siang malem tanpa batas, biar bisa telepon lama-lama.”

Harry terkejut. Tak menyangka mendapatkan permintaan yang begitu sulit. Lebih sulit dari ber-apparate. Ia memandang Hermione yang tertegun lama. Bahkan penyihir secerdas Hermione tak mampu menemukan satu mantra pun untuk memenuhi permintaan muggle baik hati ini.Akhirnya dengan berat hati Harry berkata, “Maafkan kami, kami…..kami tak bisa membantumu.” Tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca. Mendengar hal itu, Dewdew tertunduk lesu. Menunduk dan mulai melangkah pergi meninggalkan ketiganya. Diiringi pandangan murung Harry.

Tiba-tiba sesosok bayangan berjubah hitam dan panjang muncul di ujung jalan. Berjalan pelan-pelan, namun semakin lama semakin cepat mendekati mereka. Hati Harry bergetar. Harry, Hermione, dan Ron pelan-pelan meraih tongkat sihir masing-masing. “Bukan…itu bukan Death Eater,” bisik Hermione. “Voldemort!” teriak Harry sambil mengangkat tongkatnya. Tiba-tiba sosok berjubah tersebut berteriak, “Stop!!! Aku bukan Voldemort.” Jarak mereka kini tak sampai 5 meter. Sosok tersebut bergegas menarik tudung kepalanya, “Namaku Rio Dewanto.”

Rio lalu memberikan sebuah kartu bertuliskan simPATI ke tangan Harry. “Tak bisa selamanya mengandalkan sihir Harry. Ini yang kau butuhkan untuk membantu para muggle. simPATI Talkmania bisa bikin para muggle telepon siang malam lama-lama nggak pakai mahal. simPATI InternetMania-nya bisa chatting, browsing, bahkan video streaming hanya dengan 5000 rupiah. Oya, ada simPATI freedom. Pilihan tanpa batas. Semua boleh pilih paket yang mereka suka. Mau nelpon seharian, semaleman, internetan, pokoknya bebas!” “Harry selamat berjuang!” tutup Rio Dewanto sambil menutup kembali tudung kepalanya, dan bergegas pergi menghilang di kegelapan malam.

Harry tersadar, inilah yang dibutuhkan para muggle. “Ah seandainya aku tahu simPATI dari dulu,” sesalnya. “Seandainya aku tak hanya mengandalkan sihir, seandainya aku pakai simPATI, tentu aku bisa membantu para muggle baik hati seperti Dewdew.” Harry memandang Hermione dan Ron, lalu memandang ujung jalan di mana tadi Dewi Warsito menghilang ditelan kabut.

 

Note : Bismillah ya Allaah… Bukakan pintu hati orang-orang dari simPATI untuk memenangkan aku. Supaya aku bisa ke Singapore dan nonton Harry Potter The Deathly Hallows part 2 ya Allah. Amin ya robbal alamiiin….

Advertisements

2 thoughts on “Tak Bisa Andalkan Sihir Selamanya….

  1. hihihiiii… good job ^_^
    napa ga djadikan iklan beneran ya???
    udh pernah ditawarin g???
    tp kalo di tempat kami XL lbh populer. kayakx cucok jg tuuuh… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s