Review on : Skin Aqua Moisture Gel vs Acnes UV tint

Okay, here we go. Both are sun protection, produced for normal to oily skin type by Rohto.

Skin Aqua Moisture Gel SPF 30 PA++

SAMG has liquid texture and white. Selain berbahan dasar air, SAMG punya kandungan yang diklaim Rohto sebagai kandungan yang mampu mengembalikan kelembaban kulit. Improved Hyaluronic Acid. Pada dasarnya, tubuh kita sendiri memproduksi Hyaluronic Acid (Hyaluronan). It’s one of major components of skin according to wikipedia. Melibatkan proses penyembuhan kulit bila terjadi sunburn dan perlukaan. Yang bahaya, hyaluronan akan berhenti diproduksi oleh sel-sel di dalam kulit apabila kulit terkena sinar matahari tanpa perlindungan.

I LOVE this. It is now my HG sun block.  I have a normal to oily skin and it’s absorbed perfectly and smoothly into my skin. A little bit sticky at first application. Tapi setelah beberapa menit,  the feeling is gone 😀  Emang langsung terasa lembab. Mungkin pengaruh Hyaluronic Acid tadi.  Yang paling saya suka juga, tekstur gelnya membuat sunblock ini terasa ringan. Ada white cast, tapi sedikiiiiit banget. And oh, it can be also used on body skin. Namanya juga face and body daily use. Cuma ya, kayaknya saya tak rela. Cepat habis dong 😀

Chance to repurchase : Ofcourse

Find it at : Watson (konon sebentar lagi akan tersedia di supermarket-supermarket besar)

Acnes UV Tint

It was my HG sun protection. Teksturnya sendiri ringan, mirip-mirip SAMG, dan mengandung Isopropyl methylphenol yang berfungsi sebagai antibakteri. Sesuai namanya ya, sun screen AUVT  ini sebenarnya diperuntukkan bagi kulit wajah bermasalah. Bermasalah dengan jerawat tepatnya. But I do recommend this for you people who have a heavy oily skin, even if you don’t have any pimples or acnes. Sangat menyerap minyak di wajah hingga ke tambang-tambangnya.

Sesuai dengan namanya yang pakai embel-embel Tint, sunscreen ini memiliki warna macam foundation. Namun begitu tidak akan terasa berat waktu di-apply ke wajah. Sayangnya, Rohto hanya menjual dengan satu warna tint saja. Warna yang lumayan fair. Ini yang bikin saya agak mulai mengesampingkan AUVT. Karena walau pun ringan, tint ini menyebabkan white cast di kulit-kulit orang Indonesia kebanyakan (baca:gelap). Bisa diakalin sih. Timpa dengan bedak sewarna kulit atau sedikit lebih gelap. Resultnya sendiri tidak mengecewakan. Karena tint ini sebenarnya memperhalus tampilan wajah selayaknya foundation.

Chance to repurchase : High

Find it at : Carrefour, Giant, bahkan ada di Indomaret.

Advertisements

Green Purple Eyes

Did u see my avatar at the right side? Yes this is the one. Wonder what products did I use? Here we go…

closed


opened


Product Details

Nyx concealer in wand medium
Oriflame Beauty pressed powder dark
Lancome e/s color design fashion forward (green)
Lancome e/s color design camisole (pink menuju ungu(
Sari Ayu Merak Kasmaran pake yang warna unjunya
Lancome artliner (liquid liner) for upper lid
UD covet for waterline
Mascara Relian

Brown Smokey Look

This time, I go with MAC piggies for the very first time. Since it…u know..loose powder shadow, I try to put on eye make up first, before applying loose powder, blush, etc. to prevent these powder shadows ruin my flawless face of the day (cieeh…).

eotdclosed
eotd closed
eotdopened
eotd opened
closeup
FOTD

EOTD :

Nyx concealer in a jar lavender

Nyx concealer magic wand medium

Lancome petit fleur d’occident e/s in a very light yellow shimmer for undereye

Nyx single e/s Aqua for all over the lid

Revlon Coffe Bean Quad over the Nyx Aqua

MAC piggies smoke signal for outer V

MAC power point eye liner in stubborn brown

Maybelline mascara volume express

FOTD

Oriflame radiance fluid vitamin C

Nyx cream blush on rouge orange

LOTD

Clinique long wear gloss

Tak Bisa Andalkan Sihir Selamanya….

Jalanan mulai sepi. Gelap sedikit demi sedikit memeluk malam. Harry, Hermione, dan Ron hampir sampai di sebuah sudut jalan. Tampak sesosok bayangan, bersimpuh, menunduk sambil melakukan entah apa. Lalu ketiganya perlahan mendekat. Harry mulai menyadari bahwa ia seorang muggle wanita. “Halo,” sapa Hermione hati-hati. Muggle wanita mengangkat kepala, memandang ketiganya. Ia menyipitkan mata, lalu membelalak. “Kau….kau…Hermione!” teriaknya. Ia lalu berpaling pada Harry dan Ron, “Kau…kau Ron Weasley. Dan kau…kau….the boy who live! Harry Potter!”

Harry, Hermione, dan Ron mulai panik. Mereka perlahan mundur, namun muggle wanita itu berkata, “Plis…jangan pergi. Aku…aku Dewi Warsito. Panggil aku Dewdew.” Saat itulah Harry menyadari bahwa wajahnya begitu manis, sayang mata indahnya sembab karena kelihatan terlalu lama menangis. “Bantulah aku…hanya kau yang bisa bantu aku Harry Potter,” pintanya sedikit lirih. Tak tega mendengar suara sedihnya, Harry pun berkata, “Apa pun yang Anda butuhkan, kami akan berusaha sekuat mungkin membantu.” Dewdew pun menunjukkan sesuatu yang sedari tadi ada di tangannya. Sebuah handphone.

Dantiba-tiba ia menangis, “Sinyalnya bapuuuk….ga bisa browsing. Timeline twitter jadi freeze, lama banget ga bisa update. Telepon lama siang malem mahal. Huhuhuhuhu…. Lihat nih, pilihannya juga terbatas. Mau maraaah sama providernya, ga tau gimana.” Dewdew terus menangis, “Harry cuma kau yang bisa membantuku. Ayunkan tongkat sihirmu. Tambahkan bar sinyalnya. Biar aku bisa browsing macem-macem. Update twitter dan apdet forum gosip. Mantrai providernya supaya bikin tarif murah siang malem tanpa batas, biar bisa telepon lama-lama.”

Harry terkejut. Tak menyangka mendapatkan permintaan yang begitu sulit. Lebih sulit dari ber-apparate. Ia memandang Hermione yang tertegun lama. Bahkan penyihir secerdas Hermione tak mampu menemukan satu mantra pun untuk memenuhi permintaan muggle baik hati ini.Akhirnya dengan berat hati Harry berkata, “Maafkan kami, kami…..kami tak bisa membantumu.” Tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca. Mendengar hal itu, Dewdew tertunduk lesu. Menunduk dan mulai melangkah pergi meninggalkan ketiganya. Diiringi pandangan murung Harry.

Tiba-tiba sesosok bayangan berjubah hitam dan panjang muncul di ujung jalan. Berjalan pelan-pelan, namun semakin lama semakin cepat mendekati mereka. Hati Harry bergetar. Harry, Hermione, dan Ron pelan-pelan meraih tongkat sihir masing-masing. “Bukan…itu bukan Death Eater,” bisik Hermione. “Voldemort!” teriak Harry sambil mengangkat tongkatnya. Tiba-tiba sosok berjubah tersebut berteriak, “Stop!!! Aku bukan Voldemort.” Jarak mereka kini tak sampai 5 meter. Sosok tersebut bergegas menarik tudung kepalanya, “Namaku Rio Dewanto.”

Rio lalu memberikan sebuah kartu bertuliskan simPATI ke tangan Harry. “Tak bisa selamanya mengandalkan sihir Harry. Ini yang kau butuhkan untuk membantu para muggle. simPATI Talkmania bisa bikin para muggle telepon siang malam lama-lama nggak pakai mahal. simPATI InternetMania-nya bisa chatting, browsing, bahkan video streaming hanya dengan 5000 rupiah. Oya, ada simPATI freedom. Pilihan tanpa batas. Semua boleh pilih paket yang mereka suka. Mau nelpon seharian, semaleman, internetan, pokoknya bebas!” “Harry selamat berjuang!” tutup Rio Dewanto sambil menutup kembali tudung kepalanya, dan bergegas pergi menghilang di kegelapan malam.

Harry tersadar, inilah yang dibutuhkan para muggle. “Ah seandainya aku tahu simPATI dari dulu,” sesalnya. “Seandainya aku tak hanya mengandalkan sihir, seandainya aku pakai simPATI, tentu aku bisa membantu para muggle baik hati seperti Dewdew.” Harry memandang Hermione dan Ron, lalu memandang ujung jalan di mana tadi Dewi Warsito menghilang ditelan kabut.

 

Note : Bismillah ya Allaah… Bukakan pintu hati orang-orang dari simPATI untuk memenangkan aku. Supaya aku bisa ke Singapore dan nonton Harry Potter The Deathly Hallows part 2 ya Allah. Amin ya robbal alamiiin….