Helen, Ciciero

I’m eyeing on this bag….*drooollliiing*

Helen from Ciciero

Image source : www.akusukatas.com

Advertisements

Review on : Shu Curler (Regular Size)

Duluuu…jaman masih berkutat jadi Beauty Editor di salah satu majalah franchise andalan Femina group yang sekarang udah di–shutted down itu :D, mba Tenik Hartono pemred gue udah koar-koar kalau the must have curler ya punyanya Shu Uemura. Waktu itu sih gue mikir, ih ngapain punya curler mahal-mahal, wong cuma buat jepat jepit bulmat. Pilihan pun jatuh pada penjepit bulmat tak bermerek, yang bisa dibeli di toko-toko kecantikan atau drugstore macam Guardian, Century, atau Watson. Alhasil…bulmat gue kalo ga rontok, ya lentiknya seada-adanya aja. Padahal udah pake teknik 3 kali jepit di pangkal, tengah, ujung.

The must have curler

Shu Uemura Curler

Bertahun-tahun kemudian , gue membuktikan, koaran mba T (that what’s we called her back then until now) adalah benar adanya. Setelah menimbang-nimbang untung dan ruginya (blaaah), gue ikutan Pre Order Shu Curler regular size di salah satu lapak FD. Dan membuat gue tidak pernah menyesal. Nggak papalah rada mahal dikit IDR 170.000. Dapet bonus 1 pad. Empuk serta menghasilkan bulu mata lentik cantik. Apalagi kalau habis itu pake Maybelline volume express Cat Eyes. Cakeppppp…. Belum pernah bulmat gue merasa sepede ini 😛

Sorry nggak bisa kasih liat hasilnya sementara ini ya. Kamera rusak 😦  Itulah yang menyebabkan gue absen di thread FOTD dua bulan ini *sokbanyakyangngarep* 😀

But again, this curler is highly recommended. Invest it, you’ve got curly lashes to the max!

you’d rather be dead or alive?

*sigh* Nggak berhasil mengejar ketinggalan 2012. What happen to me? No more cinema movie? Malah akhirnya melototin TV swasta yang muter film lama. Pastinya udah sering di-rerun. Title-nya Deep Impact. Udah pernah gue tonton juga di bioskop jaman jebot. Setipe lah sama 2012. Walau belum bisa jadi pengobat hati.

Nggak jauh-jauh dari Armageddon, ceritanya berkisar tentang sebuah komet raksasa meluncur ke arah bumi. Kalau ngga segera disingkirkan…habislah perjalanan manusia. Tamat riwayat kehidupan. Maka, negara adidaya nan superhero Amerika lantas mengirim pesawat bermuatan bom nuklir guna menghancurkan komet tersebut. Namun apa daya, alih-alih meluluh lantakkan malah sang komet terpecah dua. Dan keduanya tetap santai melanjutkan perjalanan ke bumi.

Plan B : secara acak pemerintah memilih sekitar sejuta rakyatnya untuk diselamatkan ke dalam sebuah gua, ngakunya sih layaknya bahtera Nabi Nuh. Nantinya sejuta manusia ini yang akan melanjutkan kehidupan di bumi setelah kiamat akibat komet menghabisi semua makhluk hidup di seluruh dunia. Tipikal film Holywood yang lagi-lagi menampilkan Amerika di garis depan sebagai pahlawan.

Walau begitu, bikin gue mikir juga. Saat ini alam sedang enggan bersahabat dengan manusia mau pun dunia. Mbak Katrina sampai Mas George bahkan menggempur Amerika dan sekutunya Australia. Alam tanah air juga nggak jauh dari kegetiran. Bukan ngga mungkin cerita fiksi karangan kalangan Holywood di Deep Impact, Armageddon, atau yang terbaru 2012jadi kenyataan.

Seandainya, ini seandainya ya *ketok-ketok meja kayu tiga kali* ada meteor raksasa beneran yang bakal menabrak bumi, lantas lo terpilih sebagai bagian dari sejuta manusia yang diharapkan akan melanjutkan kehidupan di bumi, lo mau nggak?Kabarnya lo harus bertahan 2 tahun di gua ‘Nuh’ tersebut, dengan bahan makanan yang cukup.

Pertanyaan selanjutnya, siap ngga untuk menatap bentuk bumi yang sudah tak karuan bentuknya lalu membayangkan hidup untuk seterusnya? Siap ngga sih untuk kembali hidup di jaman purba walau ditemani para ahli yang sedianya akan membantu mengembangkan kehidupan selanjutnya? Lupakan kerja di advertising, PR company, perusahaan minyak bergengsi yang memberikan bonus berlipat-lipat.

Tunda mimpi buat ikutan kompetisi American Idol, America’s Next Top Model, Idola Cili, Take Him Out versi Indonesia. Walau pun Simon, Paula,  Titi DJ, bahkan Choky Sitohang masuk di dalam daftar orang-orang terpilih. Jangan berfikir dapat banyak langganan kalau buka butik.

Wong mabungkrong udah lenyap. Paling-paling kembali bercocok tanam atau membuka usaha sistem barter (hehehehehe…jadi inget pelajaran sejarah gue). Jangankan internet, starbuck, i-pod, zara, mango…listrik ma air aja mesti usaha keras dulu baru bisa dapet. Yang lebih bikin tergugu, siap ngga sih lo hidup terpisah dari orang-orang yang lo sayangi karena mereka bukan bagian dari yang terpilih? Mampu nggak menatap mata mereka ketika lo harus masuk ke gua itu?

Or you’d rather be dead?

Tanya Jeng Amor

T : Dear Jeng Amor, saya punya 2 orang sahabat yang punya hubungan complicated. Sebut saja yang wanita TS dan yang pria MD. Kalau saya lihat, mereka berdua sebenarnya begitu saling mencintai dan menyayangi. Entah apa yang salah. MD sering curhat pada saya bahwa dia begitu marah, sakit hati, dan segera ingin melupakan TS (tentunya atas a huge unforgiven mistake yang dilakukan TS yang mungkin jeng Amor tidak perlu tahu ya. Lagi pula kalau saya jelaskan di sini, jeng Amor akan bisa menebak dengan tepat siapa yang saya maksud. Dua-duanya terkenal lho di lingkungan saya).

Tapi anehnya, semakin sering MD bilang kalau dia begitu membenci, mendendam, dan bertekat melupakan TS, saya semakin yakin dia sebenarnya berharap sebaliknya. Sebuah pernyataan yang bertolak belakang dengan kenyataan. Menghadapi TS pun, terus terang saya bingung. Entah apa yang ada di pikirannya pada saat ia melakukan ‘dosa’ itu. Jujur, saya kesal saat mengetahuinya. But well, it’s not my life anyway. Let her decide. Berjuta pernyataan pun muncul, salah satunya adalah UNTUK APA? Menurut MD, TS labil, menurut TS ia hanya mencari pernyataan yang menjamin sebuah kondisi masa depan yang lebih indah dan lebih baik. Menurut saya nih Jeng Amor, keduanya benar, dan keduanya salah.

Bukan saya bosan mendengarkan curhat MD, bukan saya sebal terhadap TS, tapiiii…saya hanya bingung. Sesuatu yang sebenarnya begitu sederhana dan simpel bernama komunikasi ternyata begitu sulit dilaksanakan. Karena menurut pandangan singkat saya, keduanya begitu enggan membangun komunikasi yang baik hingga misunderstanding menyulut tragedi. Menurut Jeng Amor apa yang harus saya lakukan? Saya sudah katakan sih pada MD, ada dua cara mengatasi problema duniawi ini. Yang pertama, lupakan semuanya dan memulai sesuatu yang baru dengan tekat memperbaiki kondisi galian komunikasi yang buruk. Yang kedua, daripada tak juntrungan selalu bersungut, karena yang punya sungut cuma semut, find another girl and start a new happily love story.

Tak lupa pada TS saya katakan untuk berteguh hati memilih jalan….jangan sebentar ke sini sebentar ke situ. Karena dengan begitu…kepercayaan akan sulit dihibahkan bukan hanya dari MD, tapi dari siapa pun termasuk saya. Menurut Jeng Amor bagaimana?

MS di Jakarta

J : Dear MS di Jakarta, kamu udah tahu jawabannya KENAPA NANYA LAGIIIIIII????????

Review on : Clinique Cream Shadow & Dual Mascara/Gloss

I’ve got these goodies from FD & Clinique Event. Quick cream eye shadow in Kiwi and Dual Mascara/Gloss 2in1.

At first, I don’t think I could manage cream eye shadow. The previous one that I have was hard to apply and blend. I want to let it go at first, but somehow I tried it anyway. Surprisingly I like it. Then I love it. I tapped them first on my lid. Then distributed evenly with Make Up For Ever eye shadow brush. Voila, I’ve got a very natural light green. This clinique quick cream shadow has a very light texture, but pigmented color. I can choose between very sheer or even bold look. I just need to tap a very little amount for sheer look. Vice versa.

FYI, i hate lipstick. I prefer gloss and this Clinique gloss is amazing. Really really amazing.U know what, this is my natural lip color only glower 😉

The mascara? So so. But all of them are perfect for my daily make up.

Slightly Bold Look of Clinique Cream Shadow in Kiwi

The EOTD in Clinique Quick Cream Shadow in Kiwi

Clinique Quick Cream Shadow in Kiwi & Dual Mascara/Gloss

GoBlog VS Status Up Dating!

Dulu, duluuu banget, blog sempat menjadi primadona para narsis-ers di dunia maya. Dari curhat, marah-marah, bahagia, berbagi berita gembira, atau cerita perjalanan dilakukan di blog.

Seorang sahabat bahkan pernah begitu aktif produktif menelanjangi hatinya habis-habisan di dunia per-blog-an kala duka tengah melanda. Justru kalo lagi seneng nggak nulis apa-apa. Mungkin sibuk dengan kesenangannya yang sedang dijalani.

Agak egois menurut gue. Kesannya, semua orang mesti tahu kalo dia lagi sedih. Duka lara dibagi-bagi. Sementara giliran lagi seneng, boro-boro sharing, ngetik aja males.

Apa ya harus patah hati dulu, banjir air mata dulu, dicaci maki dulu, baru bisa kreatif (baca: nulis)? Menurut gue sih sayang aja, lagi sedih aja tulisannya bagus, kalo lagi berbunga-bunga harusnya bisa lebih indah lagi dong. Atau karena kosa katanya hanya terbatas sekitar lara hati saja? Ah…hidup itu juga banyak indahnya lagi.

Oh well. It’s an old story. Akhir-akhir ini toh blog mulai ditinggalkan para penghuninya. Yes! Sejak kedatangan jejaring situs sosial macam friendster, facebook, twitter, plurk, myspace, dan sebangsanya itu. Sebaris hingga dua baris kalimat sepertinya cukup memuntahkan semua unek-unek, curcol, cerita perjalanan, hingga politik. Semua kawan pun dengan mudah mengomentari. Bahkan untuk share berbagai perasaan dengan teman lain tersedia sarana praktis manis yaitu photo & video tagging, notes, termasuk online games.

Beda halnya dengan blog. Mungkin selain keribetan (baca:males) mengikuti cerita yang panjangnya bisa menyaingi surat cinta, kita harus sering-sering blogwalking. Akan lebih cepat bukan, membaca 2 baris kalimat daripada 10 alinea karangan indah 😀

Pun dalam hampir 2 tahun ini, gue lebih mudah berkonsentrasi updating status facebook dan twitter daripada nulis di blog. Aeraksa (rumah lama)pun terbengkalai sudah. Gue bahkan tidak bisa menemukan blog gue ini 😦 Udah didelete sama blogspot kayaknya. Sekali-kalinya gue pernah liat, udah banyak yang meninggalkan komen di postingan terakhir, mau pun shoutbox, yang bilang kalo blog gue bagus (ge-er) dan punya banyak cerita menarik.

Gue pun tersentak. Aaaah betapa selama ini gue menyia-nyiakan kemampuan gue bercerita hanya agar bisa ikut eksis 😀 Betapa selama ini, ternyata, banyak juga yang blogwalking ke Aeraksa. Sementara yang punya malah nomaden kemana-mana. Akibatnya ke-error-an di rumah pertama ini pun tak terdeteksi. Yang membawa gue untuk menghuni rumah baru ini. Moga-moga ini yang terakhir ya. Nggak pindah-pindah lagi.